Periksa arah kiblat lewat kompas dan peta
SholatKu membantumu memeriksa arah kiblat melalui kompas dan garis arah pada peta. Saat menilai apa yang tampil, lokasi yang dipakai dan kondisi sensor ponsel sama pentingnya. Panduan ini menjelaskan cara memakai kedua tampilan itu dan cara membaca keterangan pengukurannya.
Pastikan lokasi yang dipakai
Saat membuka bagian kiblat, periksa status lokasi dan keterangan yang tampil di layar. Kalau izin lokasi belum diberikan atau lokasi terbaru belum diperoleh, ikuti keterangan yang ditampilkan aplikasi. Lokasi yang sudah diketahui sebelumnya belum tentu sama dengan tempatmu sekarang. Setelah bepergian, jangan hanya melihat arah jarumnya; lihat juga lokasi yang sedang dipakai.

Baca status pengukuran kompas
Kompas memakai sensor arah pada ponsel. Cara memegang perangkat, dukungan sensornya dan pengaruh magnet di sekitarmu bisa memengaruhi tampilannya. Perhatikan keterangan pengukuran, kalibrasi atau gangguan magnet yang muncul di SholatKu. Baca status itu bersama arah yang ditunjukkan, bukan terpisah. Kalau perangkatmu tidak memiliki sensor yang diperlukan, ikuti keterangan yang ditampilkan aplikasi untuk kondisi tersebut.
Ubah lingkungan kalau tampilannya goyah
Kalau kompas terlihat tidak stabil, pertimbangkan pengaruh aksesori bermagnet dan permukaan logam, lalu coba lagi di titik yang berbeda. Kalau aplikasi menyarankan kalibrasi, ikuti arahannya. Izin yang belum diberikan, sensor yang tidak tersedia dan gangguan magnet yang kuat memerlukan langkah yang berbeda-beda. Keterangan status di layar membantumu memilih langkah mana yang perlu dicoba.
Pakai peta sebagai tampilan tersendiri
Peta menawarkan cara lain untuk melihat arah dalam konteks geografis. Dasar informasi peta dan kompas tidak sama; garis pada peta tidak memverifikasi kondisi sensor perangkatmu. Kalau peta tidak termuat, periksa sambungan internetmu. Pada kedua tampilan, baca lokasi yang dipakai dan keterangan yang menyertainya; berpindah antar tampilan tidak dengan sendirinya menyelesaikan masalah lokasi.

