Kenapa jadwal salat berbeda antaraplikasi
Perbedaan biasanya berasal dari sumbernya: satu jadwal diterbitkan lembaga, satunya lagi hasil perhitungan.
Langkah demi langkah
Periksa lokasi dan tanggalnya
Sebelum menghitung selisih, pastikan kedua jadwal memang untuk kota, kabupaten dan tanggal yang sama. Jadwal masjid sering memakai nama kecamatan atau kabupaten, bukan nama kota terdekat. Satu tingkat wilayah yang berbeda saja sudah cukup untuk menghasilkan selisih beberapa menit.
Lihat sumber yang dipakai
Jadwal yang diterbitkan lembaga dan jadwal hasil perhitungan bukan hal yang sama. Di halaman kota kami, setiap baris diberi label sumbernya. Di aplikasi, buka pengaturan sumber dan metode untuk melihat mana yang sedang aktif untuk kotamu. Membandingkan baris terbitan dengan baris perhitungan akan selalu menyisakan selisih.
Samakan metode perhitungannya
Kalau kedua jadwal sama-sama dihitung, metodenya harus sama agar bisa dibandingkan. Aplikasi menyediakan 14 metode perhitungan, dan setiap metode memakai sudut matahari yang berbeda untuk subuh dan isya. Metode yang berbeda menghasilkan subuh dan isya yang berbeda, meski zuhur dan asarnya berdekatan.
Periksa pilihan ashar, zona waktu dan penyesuaian menit
Pilihan ashar Hanafi dan Syafi’i menghasilkan waktu asar yang berbeda; pastikan keduanya disetel sama. Periksa juga zona waktu perangkat, terutama setelah bepergian. Terakhir, lihat apakah salah satu aplikasi memasang penyesuaian menit secara manual, karena satu atau dua menit tambahan sering menjadi seluruh penjelasan selisihnya.

Pertanyaan yang sering diajukan.
Jadwal mana yang benar?
Selisihnya tepat satu jam. Apa penyebabnya?
Masih belum selesai?
Kirim surel ke info@ezanim.app dan kita persempit masalahnya bersama.
